Perkembangan masa remaja
Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun) sampai usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Ada sejumlah alasan untuk ini:
1. Remaja mulai menyampaikan kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini bisa menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya.
2. Ia lebih mudah dipengaruhi teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah mode pakaian, potongan rambut atau musik, yang semuanya harus mutakhir.
3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah dan frustasi.
4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orang tua.
Ada sejumlah kesulitan yang sering dialami kaum remaja yang betapapun menjemukan bagi mereka dan orang tua mereka, merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini.
Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain :
1. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya-periang berseri-seri dan yakin. Perilaku yang sukar ditebak dan berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu hanya perlu diprihatinkan bila ia terjerumus dalam kesulitan, kesulitan di sekolah atau kesulitan dengan teman-temannya.
2. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat. Rasa ingin tahu seksual dan bangkitnya birahi adalah normal dan sehat. Ingat, bahwa perilaku tertarik pada seks sendiri juga merupakan ciri yang normal pada perkembangan masa remaja. Rasa ingin tahu seksual dan birahi jelas menimbulkan bentuk-bentuk perilaku seksual.
3. Membolos
4. Perilaku anti sosial, seperti suka mengganggu, berbohong, kejam dan agresif. Sebabnya mungkin bermacam-macam dan banyak tergantung pada budayanya. Akan tetapi, penyebab yang mendasar adalah pengaruh buruk teman, dan kedisiplinan yang salah dari orang tua terutama bila terlalu keras atau terlalu lunak-dan sering tidak ada sama sekali
5. Penyalahgunaan obat bius
6. Psikosis, bentuk psikosis yang paling dikenal orang adalah skizofrenia.
Apa yang harus anda lakukan bila anda merasa cemas terhadap anak remaja anda
Langkah pertama adalah bertanya kepada diri sendiri apakah perilaku yang mencemaskan itu adalah perilaku yang normal pada anak remaja. Misalnya adalah pemurung, suka melawan, lebih senang sendiri atau bersama teman-temannya dari pada bersama anda. Anak remaja anda ingin menunjukan bahwa ia berbeda dengan anda. Hal ini dilakukan dengan berpakaian menurut mode mutakhir, begitu pula dengan kesenanganya pada potongan rambut dan musik. Semua itu sangat normal, asal perilaku tersebut tidak membahayakan, anda tidak perlu prihatin.
Tindakan selanjutnya adalah menetapkan batas dan mempertahankannya. Menetapkan batas itu sangatlah penting, tetapi batas-batas itu haruslah cukup lebar untuk memungkinkan eksplorasi yang sehat.
* Bila perilaku anak anda membahayakan atau melampaui batas-batas yang anda harapkan, langkah berikutnya adalah memahami apa yang tidak beres.
* Depresi dan perilaku yang membahayakan diri selalu merupakan respon terhadap stres yang tidak dapat diatasinya.
* Anak remaja yang berperilaku atau suka membolos seringkali akibat meniru dan mengikuti teman-temannya, dan merupakan respon dari sikap orang tua yang terlalu ketat atau terlalu longgar.
* Minum-minuman alkohol dan menghisap ganja biasanya merupakan respon terhadap stres dan akibat meniru teman. Masalah seksual paling sering mencerminkan adanya kesulitan diri didalam proses pendewasaan.
Secara umum masalah yang terjadi pada remaja dapat diatasi dengan baik jika orang tuanya termasuk orang tua yang "cukup baik". Donald winnicott, seorang psikoanalisis dari Inggris memperkenalkan istilah "good enough mothering" ia menggunakan istilah ini untuk mengacu pada kemampuan seorang ibu untuk mengenali dan memberi respon terhadap kebutuhan anaknya, tanpa harus menjadi ibu yang sempurna. Sekarang laki-laki pun telah "diikutsertakan", sehingga cukup beralasan untuk membicarakan tentang "menjadi orang tua yang cukup baik"
Tugas-tugas yang dilakukan oleh orang tua yang cukup baik, secara garis besar adalah:
1. memenuhi kebutuhan fisik yang paling pokok; sandang, pangan dan kesehatan
2. memberikan ikatan dan hubungan emosional, hubungan yang erat ini merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan emosional yang sehat dari seorang anak.
3. Memberikan sutu landasan yang kokoh, ini berarti memberikan suasana rumah dan kehidupan keluarga yang stabil.
4. Membimbing dan mengendalikan perilaku.
5. Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal, hal ini diperlukan untuk membantu anak anda matang dan akhirnya mampu menjadi seorang dewasa yang mandiri. Sebagian besar orang tua tanpa sadar telah memberikan pengalaman-pengalaman itu secara alami.
6. Mengajarkan cara berkomunikasi, orang tua yang baik mengajarkan anak untuk mampu menuangkan pikiran kedalam kata-kata dan memberi nama pada setiap gagasan, mengutarakan gagasan-gagasan yang rumit dan berbicara tentang hal-hal yang terkadang sulit untuk dibicarakan seperti ketakutan dan amarah.
7. Membantu anak anda menjadi bagian dari keluarga.
8. Memberi teladan.
Daftar pustaka
Lask, Bryan. Memahami dan mengatasi masalah anak. 1985. Gramedia. Jakarta
Nadeak, wilson. Memahami anak remaja. 1991. Kanisius. Yogyakarta
Menu
Kategori
- Cewek (4)
- Dewasa (3)
- Fashion n Beauty (6)
- Herbal (6)
- kota kudus (8)
- Kreasi Flanel (4)
- kuliner (10)
- Manfaat Buah (12)
- Otomotif (23)
- pc (5)
- Remaja (12)
- Terkini (3)
- umum (8)
Pengunjung
Kamis, 13 Mei 2010
Perkembangan masa remaja
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
16.52
0
komentar
Label: Remaja
Hobi Koleksi Koin

SEJARAH SINGKAT HOBI MENGOLEKSI KOIN
kolektor_koinHobi mengumpulkan uang logam atau koin merupakan hobi yang sangat populer dan banyak diminati orang-orang saat ini. Setiap hari orang-orang dapat mulai mengumpulkan uang logam kapan saja dan dimana saja. Anda bisa mulai dengan mengumpulkan uang yang Anda terima di celengan, atau di dalam saku baju. Mengumpulkan koin sebagai hobi memang sangat menarik, bahkan kadang-kadang hobi ini sangat mahal dan membutuhkan banyak uang.Bila seorang kolektor bersedia mengeluarkan jumlah uang yang banyak untuk membeli mata uang tertentu, seperti mata uang yang sudah sangat langka dan berasal dari abad tertentu biasanya koin seperti ini akan dihargai sangat mahal. Banyak veteran kolektor koin membeli koin mahal untuk meningkatkan nilai dari koleksi koinnya
Saat ini, jutaan orang di seluruh dunia sangat tertarik untuk mengumpulkan uang logam. Sebagian besar museum-museum terkenal di planet ini menampilkan koleksi koin-koin yang sangat langka dan berharga. Seperti museum di Amerika Serikat, yaitu museum Smithsonian yang berada di washington D.C dan Perkumpulan Numismatic ( cara-cara pengumpulan mata uang ) di New York menampilkan koleksi koin-koin kuno dan bersejarah mereka yang mengesankan dan model tahun pembuatannya berasal dari beberapa abad silam. Lembaga-lembaga tersebut juga memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang seni mengoleksi uang logam atau koin. Sehingga semakin banyak masyarakat yang mencintai dan bisa menghargai koin-koin kuno ini.
Walaupun mungkin agak sulit untuk mengetahui dengan tepat awal mula dimulainya hobi mengumpulkan uang logam, namun sebagian besar orang meyakini bahwa hobi mengoleksi koin dimulai setelah koin pertama di dunia di cetak yaitu pada saat 650 SM.coins_background
Yunani adalah yang pertama kali membuat uang koin dengan menggunakan logam berharga, dimana mereka merancang koin-koin dengan melukiskan gambar dewa, dewi dan pahlawan-pahlawan yunani kuno. Uang-uang logam ini diciptakan untuk memfasilitasi pertukaran barang-barang secara resmi. Logam-logam berharga yang digunakan sebagai bahan baku untuk mencetak koin adalah emas dan perak, dimana koin-koin ini dikemudian hari digunakan sebagai metode pembayaran yang resmi sehingga perlahan-lahan dapat menghapus sistem perdagangan barter yang masih primitive tersebut.
Mengumpulkan koin merupakan hal yang sangat menggairahkan bagi banyak orang terkenal selama masa Renaissance, dan dicatat oleh kalangan kolektor koin beberpa tokoh yang memiliki hobi mengoleksi koin diantaranya adalah Paus dari Gereja Katolik Roma, dan bahkan raja-raja dan tokoh-tokoh lainnya. Hobi ini juga disebut sebagai “The Hobby of Kings”, dan tokoh-tokoh terkenal seperti Raja Louis XIV dari Perancis, Ferdinand I, dan Henry IV dari Perancis dicatat di antara orang-orang yang paling terkenal dari kolektor uang logam. Seorang sarjana dari itali yang sangat terkenal yang bernama Francesco Petrarca, yang juga disebut sebagai ayah dari Renaissance, menjadi penggemar koin yang pertama yang merevitalisasi hobi mengumpulkan uang logam. Francesco Petrarca juga dianggap orang yang paling terkenal di kalangan kolektor koin selama periode ini.
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
12.13
0
komentar
Label: Remaja
Senin, 03 Mei 2010
99 Ciri Anak ABG Jaman Sekarang

Inilah 99 Ciri Anak Abg Jaman Sekarang.!
1.rambut mohawck,emo, harajuku, britpop
2.stelean indies,rock and roll,ato kejepang2x-an
3.jacket cewek : warna yg nabrak2x kaya IJO,KUNING,- army ato skrng2x mulai kotak2x bergaris
jakcet cowok : jeans-cardinal- vitage merek adidas-pake jas yg item-army
cewek-cowok: semua pakean mulai dari sepatu-jam buatan distro
4.beli baju ato jacket? KE DISTRO aja..(walpoun ga beli apa25.pake gelang2x karet yg item2x..
6.jomblo = cupu
7.GA ADA LAGI LAGU2X ANAK,jaman gue ada bondan si lumba2x,ria enes sama susan,eno lerian dll
8.nonton TV? MTV terusss...
9.malem minggu ngajak si doi pasti ke mall
10.gaya ngomong "GUE GITLOHH.."." SECARA... ... GITU LOHH...","CAPE DYEEE..."
11.ke warnet cuma buka FRENDSTER
12.di buss,di angkot,lagi jalan,di skull ato di kampus bawa mp3 ato i pod trus di stel
13.hp minimal 2 jt-an berkamera
14.pose foto:
cewe:45' DERAJAT DENGAN TAMPANG SO CUTE(BIAR JELEKNYA GA KELIATAN)
cowo:NGANGKAT DAGU NGELIAT KE ARAH YG TERANG CAHAYANYA..kalo ga NUNDUK KE BAWAH MATA LIAT KE DEPAN sambil pamer rambut
trus dipasang di FS
15.bahasa sms "h1,hr Ni Lo3 M0 jLn2x B4rEn9 tem3N2x 9W ga ?"
16.punya mobil mahal2x,motor cbr trus caper padahal punya ortunya
17.rambut cewek item dan lurus banget...... ..... direbonding. .
18.lagu?indie, britpop,japan. ... dewa19,gigi DLL mah lewat...
19.mulai ke clubing
20.punya banyak nomer im3,xl,simpati trus no nya di iklanin di forum majalah,radio, dll
21.DRAGON BALL,DORAEMON, KUNG FU BOY,CHIN MI,LEGENDA NAGA? lewatttt... sekarang BLEACH,DEATH NOTE,NARUTO, 20th Century boy,dll..
22.pramuka?dulu sih gaul sekarang?
23.makan? Mcd,KFC,JCO, bread talk dll
24.taon2x kemaren.. cs-ragnarok- dota-(selajutnya apa ya ahuahuahuahauha)
25.tujuan ke pensi cuma pamer pacar ke orang laen
26.tukang NOMAT
27.kelas 3 ? SSC,GANESHA OPERATION,izi
28.JADI KORBAN penculikan MLM
29.cewek?korban kokology....
30.bego kalo ga nonton HEROES,PRISON BREAK,dll
31.yg cewek nonton drama korea....Princes hour anyone huahuahauahua. ..
32.Nonton reality show SCTV
33.belajar dari MBS?? sekarang guitar pro
34.jamannya laptop nyari wifi gratisan bahkan lagi perkuliahan dikit2x dosen gerak alt-tab
35.MIYABI dan jav idol dan video porno anak2x sma,di save di hp trus pass istirahat dikerubutin sama orang2x
36.nangkring di pinggir2x mall sambil ngeliat ke bawah
37.yg cewek jalan2x ke stroberi yg nyedianin pernak pernik
38.foto di fs pake editap photosop
39.jam tangan levi's / odm yg kotak2x padahal kw1
40. kalo ngobrol pake kata2 kayak "bo"
ex : aduh bo, tau ngga sih tadi dia ngeliatin gw gitu..
41. kerjaannya nyari invitation biar bisa clubbing gratis
42. ngerokok, tapi ngga ditarik.. cuma isep-buang.. biar keliatan keren..
43. hapenya 2, satu buat sms,musik,foto2, dll... satu buat nelfon murah..hehehe
44. skinnya jeans
45. kalo lagi sendirian di tempat rame, kerjaannya ngotak-ngatik hape, biar keliatannya lagi sms-an, padahal kesepian..
46. dulu doraemon, sekarang spongebob... .
47.kebanyakan cwe jaman skarang,dari blakang diliat, malam minggu, tapi di liat dari depan....... buset! malam jum'at kliwon
48.cuma bisa dengerin lagu, ga bisa nyanyiin dgn bner ato mainin alat musik
49.sok-sok an jadi pembalap [khusus cwo]
50.beli brand distro di blok m [biasanya pr* sh*p]
51.jaman nya pake celana pensil ma sepatu jerry [yg pantofel gitu deh....]
52.klo debat, udah pake bahasa bon-bin sama bahasa di atas ranjang
53.udah pada smoking, nge ganja, ke sekolah, malah sakaw
54.yg cewe bodinya pada jadi semua padahal umur baru 14-17 taun ..
55.trus pada rame2 make kartu selular "3" biar bisa sms gratis ..
56.yg cewe pada sibuk cari cowo yg anak emo,biar ga ketinggalan jaman ..
57.trus cewe juga skrg kalo jalan ke mall bawa tas yg yg ditaro di lengan gitu (gw gatau namanya) mungkin biar keliatan udah dewasa ..
58.yg cowo pada rame2 ke salon buat smoothing rambut ..
59.bikin MSN/YM biar dikata gaul .. lalu bikin myspace, LC (Live Connector) ,Facebook dan situs pertemanan lainnya ..
60.kalo dulu cowo baru kenalan ama cewe nanyanya nomor hape doang,skrg ditambah lagi,"friendster lo apa ??"
61.ngerokoknya sok2 marlboro ..
62.pada demen jalan ke PIM, BIP .. tongkrongan wajib anak gaul tiap malam minggu
63.bawa lapotop cari wifi gratisan = KESEPIAN,GA ADA TEMPAT TONGKRONGAN, MALLLUUU. .. jadi mojok buka web yg ga penting
64.SMU uang jajan 50.000-100.000 sehari atau??? zaman gw goceng sampe 10rb
65.akseesoris hp rame, apalagi yg dibadan: bando, anting, kalung, gelang
66.Baca teenlit, cosmo girl dll
67.klo lagi ngomong, kadang pake lirik lagu,udah gitu kadang ga nyambung pula!
68.cwe, ngobrol di angkot, dalam jumlah banyak, biasanya ngomong dikit, lsg ketawa ampe mulutnya robek....... sumpah sering bgt ini.......di kira angkot moyang nya kali, sampe ketawa ngalahin klakson truk gandeng?
69.udah banyak cwo yg berbadan tinggi (dulu tahun 2000 belom loh......)
70.klo ngomong bola (cwo) biasanya debat sampe taruhan duit (5000 aja ribut?)
71.cwe jaman sekarang udah pinter pencahayaan (ya begitulah kira kira)
72.jaman nya CAMPUR-CAMPURIN ALIRAN/GENRE (good or evil?)
73.yg punya hape, udah kayak mekanik hape.......apal fitur2x hp
74.kaum yg hobinya minoritas (klo dulu dianggap kuper) malah jadi gaul
75.ssssttt.. ......internet mau dateng.....!
76.udah jarang yg bercita-cita DOKTER,ILMUWAN, ARSITEK,DLL (yg jurusan IPA lah....)
77.kalo sms romantis ga mau pake bahasa indonesia, pakenya bahasa inggris
78.pasti minta di add sama temennya, pdhal mah tiap hari bisa ktemu temen"nya di skolah.. trus suka minta diisi testinya
79.baju kuning, cardigan ungu, celana ijo, sepatu pink...
80.Oh ada lagi, kalo cowo pake polo shirt gitu kerahnya pasti dinaekin. Gak demen banget gw liatnya!
81.klo bawa mobil music nya pasti yg "ajeb ajeb" plus sound system yg super gede + kenceng
82.bawa mobil nya ga mau kalah sama supir angkot ... sliweran sana sini , ngebut2 ... knalpot nya uda di ganti ...
83.makan rombongan, penampilan keren, pas bayar antri alias BMM kasirnya BT knapa gk sekalian 1 aja yg byr
84.abg kalo ke starbucks yg beli kopi cuma 1 orang yg nongkrong 1 geng ...
85.kalo di skolah gw, ada 1 orang yg boker, langsung pada rame2 kerubutin buat ngintip ama diguyur
86.cowok:cardigans (vest juga sering),baju mickey mouse,celana skinny jeans,sepatu converse,rambut gondrong2 indie,badan begeng
87.Kalo ngomong suka berlebihan n sok baku cth: "saya tinggal di jakarta selatan yang tiap hari semakin menggila" ato "gw terjebak dalam hiruk pikuk jakarta yang semakin kompleks"
88.Klo ngetik suka aneh2...cth: "sayaH sedang galau menikmati sepi sendiri...Ah, benar2 gelisah...HUHUHU. .."
89.Mengganti kata "dong" dengan "doms"
90.merubah nama orang jd ditambahin imbuhan "ski"... cth: banyu jd banski,toni jd tonski...
91.Friendster/ myspace/facebook nya ga nahan dong...Fotony dibuat seartistik mungkin...profilny diisi dgn kata2 ga jelas kyk di atas...favorit movie,books, sm musicny pst didominasi nama2 yg g terkenal (biar dibilang punya pengetahuan luas n gaol geto...)
92.Cewek2 mengucapkan kata "ya iyalah" dan "jangan gila dong" dengan lidah yg melet2 kyk orang lg teler
93.Dugem dan free sex adalah hal yg biasa
94.Selera musiknya high class dong...indie pop,folk,jazz, ambient,chill. ..tp ad jg cewe yg ngaku2 suka band2 emo pdhl g tau laguny...
95.Makanny selalu di kemang food fest,trus beli buku ud g jaman di gramed,sekarang mah maenanny AKSARA...
96.Menggilai pop art dan selalu memakai baju bergambar marylin monroe ato cover album velvet underground yg bergambar pisang...
97.Klo friendster,myspace, facebook. ..yang penting temenny banyak!
Mo kenal kek,kagak kek,add aj trus...klo perlu bikin account lebih dr lima
98.Soal jazz...gw jg eneg tu klo ad yg ngomong "lo udah dewasa, ga jaman lg denger rock...harus jazz" padhaalll taunya cuma MALIQ The Essentials
99.gak apal lirik kalo disuruh nyanyi lagu wajib...ato malah gak tau
source: http://fathur-net.blogspot.com/2010/04/99-ciri-ciri-anak-abg-jaman-sekarang.html
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
10.49
0
komentar
Label: Remaja
Jumat, 30 April 2010
Motivasi Belajar
Waktu masih remaja, kita mempunyai kemampuan untuk belajar dan melihat kelalaian masa lalu.
Ketika kita mulai mengikuti ajaran-ajaran keluarga, sekolah, dan lingkungan, motivasi kita di awal tahun berganti dari tujuan kita ke menyenangkan orang lain, dan sering kali keinginan kita untuk belajar penderitaan.
tapi....... apakah kita mau seperti itu terus tentunya tidak dong selain kesadaran yang timbul dalam diri kita sendiri niat untuk mengubah menjadi yag lebih baik harus tertanam dalam diri kita juga lhooo Bagaimana anda bisa motivasi diri sendiri?
Dengan latihan ini, coba untuk
* mengakui rasa penemuan anda
* bertanggung jawab pada pelajaranmu
* menerima resiko dari belajar dengan kepercayaan, kemampuan, dan otonomi
* mengakui bahwa "kegagalan" adalah sukses:
belajar dari kegagalan alalah dengan jalan yang sama belajar apa
* merayakan prestasi anda jika dapat mencapai tujuan anda
Latihan ini terdiri dari tujuh halaman atau langkah sebagai berikut: (dalam bahasa Inggris)
Mulai dengan Definisi
2. Motivasi sendiri (English)
3. Motivasi dari luar (English)
4. Proyek deskripsi (English)
5. Penasehat (English)
6. Perkembangan (English)
7. Kesimpualan/Evaluasi (English)
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
08.52
0
komentar
Label: Remaja
Strategi Berpikir Kritis di dalam Belajar

Kian hari kian moderen aja ya........ tapi apakah kalian masih aja bengong dan ga mau tau cuek bebek sesuka loe, hai jangan lebai dong hidup itu harus berfikir kritis apalagi kitakan calon penerus pemimpin jadi sebagai remaja kita juga punya tanggung jawab terhadap masa depan kita dan bangsa kita sendiri nichhhhhhhhhhhhh.
terus gimana ya caranya supaya kita bisa lebih kritis dan pintar menghadapi kemajuan zaman ga sah kuatir nih aku kasih solusinya Studi berpikir kritis suatu subyek atau masalah dengan pengertian yang luas (terbuka).
Proses dimulai dengan sutau pernyataan apa yang akan dipelajari,
menampilkan temuan tidak terbatas dan pertimbangan kemungkinan-kemungkinan,
dan kesimpulan pola-pola pengertian yang didasarkan pada kejadian.
Alasan-alasan, penyimpangan, dan prasangka baik para pengajar maupun para ahli membandingkan dan membentuk lembaga penilaian.
Masuk dengan pikiran terbuka:
* Jelaskan tujuan Anda, apa yang Anda ingin pelajari
Bereskan dan yakinkan subyek Anda dengan guru Anda atau ahli.
Topik dapat dengan frase yang sederhana:
"Peran Gender di dalam permainan video game?
"Sejarah Politik Perancis di antara Perang Besar pada paruh abad ke-20?
"Penanaman Pohon Mahogoni di Amerika Tengah?
"Peraturan Perpipaan Domestik di Daerah Pinggiran Kota?
"Kosa kata dan Struktur Kerangka Manusia?
* Pikirkan apa yang Anda ketahui tentang subyek
Apa yang Anda sudah ketahui akan membantu Anda di dalam studi ini?
Apa prasangka Anda?
* Sumber apa yang penting untuk Anda, dan penentuan garis waktu Anda?
* Memperoleh informasi
Menutup pikiran tidak akan membuka pilihan Anda dan
peluang kesempatan.
* Bertanyalah
Apa prasangka para pengarang terhadap informasi?
* Aturlah apa yang Anda kumpulkan ke dalam pola-pola pemahaman
Carilah kaitannya
* Ajukan pertanyaan (lagi)
* Pikirkan bagaimana Anda akan mendemonstrasikan pelajaran Andaesuai
sesuai dengan topik Anda. Ya! Bagaimana Anda mencipatakan ujian
Tentang apa yang Anda pelajari?
Dari yang sederhana ke yang lebih sulit (1-6) terapan:
1.
Daftar, label, identitas
Demonstrasi Pengetahuan
2.
Defininisikan, jelaskan,
ringkaskan dengan kata-kata
Anda sendiri
Pengertian/Pemahaman
3.
Pecahkan, terapkan ke situasi baru
Gunakan pelajaran Anda, dan terapkan
4.
Bandingkan dan tentangkan, perbedaan antara item
Analisis
5.
Ciptakan, gabungkan, invent
Sintesis
6.
Alihkan, rekomendasikan, nilai
Evaluasi dan jelaskan mengapa
Pikirkan di dalam aturan bagaimana membuat pelajaran Anda sebagai petualangan di dalam penjelajahan!
Ringkasan Berpikir Kritis:
* Tentukan fakta-fakta di dalam situasi baru atau subyek tanpa prasangka
* Tempatkan fakta-fakta dan informasi ini sedemikian rupa di dalam pola Sehingga Anda memahaminya
* Menerima atau menolak sumber nila dan kesimpulan yang didasarkan pada pengalaman, penilaian, dan keyakinan Anda.
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
08.41
0
komentar
Label: Remaja
Cara Belajar Efektif

Buat kalian yang susah belajar nich..............aku kasih resep jitu.......Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui
* diri sendiri
* kemampuan belajar anda
* proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
* minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.
Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan "Pedoman Belajar" yang lain.
Mulai dengan masa lalu
Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda
What was your experience about how you learn? Did you
* senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
* mengetahui cara menringkas?
* tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
* meninjau kembali?
* punya akses ke informasi dari banyak sumber?
* menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
* memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?
Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?
Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?
Teruskanke masa sekarang
Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya?
Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?
Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?
Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?
Pertimbangkan
proses,
persoalan utama
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?
Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?
Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?
Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?
Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?
Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan "pelajar-pelajar" lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari "para ahli", guruku atau pustakawan atau ahliawan?
Buat
review Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan "diri sendiri"?
Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?
Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
08.26
0
komentar
Label: Remaja
Kamis, 29 April 2010
Penyalahgunaan Alkohol

Salah satu yang paling sering digunakan obat-obatan oleh remaja di Amerika Serikat adalah alkohol. Ia telah mengamati bahwa sekitar separuh dari SMP dan siswa SMA minum alkohol secara bulanan dan 14 persen remaja telah mabuk setidaknya sekali dalam satu tahun terakhir. Seorang korban penyalahgunaan alkohol menunjukkan ciri-ciri kepribadian seperti permusuhan, agresi, impulsif, tidak dapat diramalkan, depresi, ketergantungan, rendah diri, ketidakdewasaan, kegelisahan dan ketidakstabilan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang tua adalah pengaruh kuat pada remaja penggunaan alkohol. Tingkat penggunaan alkohol berbanding lurus dengan tingkat kontrol yang diberikan oleh orang tua dalam hubungan. Ikatan yang kuat dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak pergi cara panjang dalam membangun hubungan yang sehat. Pengawasan dan perbedaan pendapat yang diambil dengan semangat positif oleh remaja hanya ketika ada rasa hormat dan kepercayaan dalam hubungan. Juga, sikap seseorang terhadap kehidupan ini sebagian besar dipengaruhi oleh suasana keluarga. Cara berhubungan dengan alkohol orang dewasa dalam lingkungan keluarga dapat memiliki dampak yang signifikan dan bertahan lama pada anak-anak. Remaja cenderung meniru orang tua mereka dalam setiap aspek kehidupan, konsumsi alkohol yang tidak terkecuali. Anak-anak pecandu alkohol berada pada risiko jauh lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka untuk mengembangkan diri mereka sendiri alkoholisme. Perasaan penolakan, kurangnya kasih sayang orang tua dan ketegangan emosional juga dapat menyebabkan kebiasaan minum berlebihan. Bagi beberapa remaja, awal konsumsi alkohol adalah cara mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari orang tua.
Kedua aspek terpenting dari penyalahgunaan alkohol pada remaja adalah tekanan teman sebaya. Pengaruh teman sebaya pada masa remaja sangat dominan. Kelompok sebaya mempengaruhi kepribadian seseorang dalam cara yang besar, terutama ketika ada kurangnya dukungan dari keluarga. Resor remaja alkohol dengan alasan seperti rasa ingin tahu, percobaan, mengidentifikasi diri dengan kelompok tertentu, perlu untuk menetapkan identitas terpisah atau psikologis dan emosional kemerdekaan, untuk menghilangkan kebosanan, sebagai bagian dari 'sindrom merasa baik', relaksasi, dorongan untuk diri percaya diri, untuk komunikasi yang lebih baik dengan lawan jenis dan untuk mendapatkan rasa dewasa.
Faktor-faktor risiko dianggap orang prekursor yang meningkatkan kerentanan seseorang untuk mengembangkan masalah yang berhubungan dengan alkohol. Beberapa faktor risiko psikososial yang dapat menyebabkan masalah penyalahgunaan alkohol dengan pembentukan identitas, yang terus-menerus keterbelakangan akademis, emosional detasemen, kesulitan dalam mengembangkan otonomi yang bertanggung jawab, gigih isolasi dari teman sebaya dan keterlibatan dalam kegiatan tertunggak.
Beberapa gejala yang paling umum dari penyalahgunaan alkohol pada remaja yang jelas dalam kebiasaan seperti berbohong, mencuri, membuat alasan, tinggal sendirian di ruangan selama berjam-jam, mood, perubahan dalam kelompok sebaya, menjadi pelecehan secara verbal atau fisik terhadap orang lain, setelah item dalam milik mereka yang berhubungan dengan penggunaan alkohol dan bau alkohol pada napas atau tubuh mereka. Penyalahgunaan alkohol mempunyai efek drastis pada kepribadian seorang anak muda. Ini ditandai oleh kurangnya perhatian; kecemasan; depresi; meningkatkan kerentanan terhadap kecelakaan, kejahatan dan bunuh diri; terlibat dalam aktivitas seksual tanpa perlindungan dan penggunaan obat-obatan seperti kokain, mariyuana dan heroin.
Pengawasan orangtua yang memadai dan komunikasi yang jelas oleh orang tua telah ditemukan untuk mengurangi konsumsi alkohol pada remaja. Penting untuk channelize energi anak-anak ke arah tujuan positif seperti kegiatan co-kurikuler. Teknik manajemen stres juga bantuan dalam membangun kepercayaan diri sehingga seseorang mampu mengatasi situasi yang berbeda dalam hidup dan menahan diri dari segala kejahatan.
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
21.27
0
komentar
Label: Remaja
Bahaya Merokok Bagi Remaja
Di era globalisasi ini, banyak sekali masalah yang bermunculan dalam pergaulan dimasa remaja. Baik dari segi fisik, social, mental, jiwa, dan yang lainnya. Dari kalangan atas hingga kalangan bawah.Masalah masalah tersebut antara lain seperti narkoba, miras, merokok, free sex, dan sebagainya yang berujung pada kriminalitas.Merokok merupakan kebiasaaan buruk yang dilakukan sejak zaman ditemukannya tembakau, Pada awalnya merokok hanya bertujuan untuk menghangatkan tubuh. Namun, lama kelamaan kebiasaan itu menjadi berubah tujuan yaitu sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditingggalkan atau dapat dikatakan kecanduan. Tanpa ada tembakau seakan-akan tak ada kenikmatan tersendiri. Hal ini berlanjut hingga zaman revolusi industri di Inggris.hingga bermunculan pabrik-pabrik rokok sampai menyebar di seluruh dunia.
Dalam event apapun, rokok selalu menjadi penyandang dana, sehingga kehadiran rokok seakan-akan menjadi hal yang legal dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Terutama dari kaum lelaki, karena merekalah orang-orang yang suka mengkonsumsi rokok,namun meskipun demikian, tidak semua kaum lelaki suka akan hal itu. Kebanyakan orang-orang yang sudah bekerja suka mengkonsumsi rokok. Hingga mereka tak sadar bahwa mereka telah merusak generasi penerus bangsa kita. Karena sekarang rokok telah merambah sampai pelajar baik SMA, SMP, bahkan anak SD pun sudah merokok. Sungguh memprihatinkan kondisi seperti ini. Mereka menganggap bahwa dengan merokok, mereka dapat dikatakan “gaul” dan gentlement. Di lain pihak mereka tidak tahu betapa besarnya dampak dari merokok,dalam segi social seperti contohnya mereka seenaknya menggunakan uang saku dan SPP hingga mereka melakukan perbuatan yang asusila ,seperti mengompas, mencuri dsb.
Di segi kesehatan rokok dapat menimbulkan efek negative bagi perokok aktif maupun perokok pasif, karena setiap hisapan menimbulkan nikotin dan karbonmonoksida yang sangat berbahaya bagi keduanya terutama bagi perokok aktif. Yang dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis, seperti kanker, serangan jantung, hingga meninggal dunia.
Dan di segi pergaulan para perokok dapat dengan mudah menularkan, menawarkan ataupun mempengaruhi tentang merokok kepada manusia lain, tanpa susah payah. Maka dari itu mulai sekarang marilah kita bersama-sama memberantas dan menghimbau kepada semua orangagar tidak merokok. Agar generasi penerus kita menjadi lebih baik dan menjauhkan diri dari budaya merokok. Baik dengan cara bersosialisasi, melihat para perokok dan memberikan pengarahan tentang bahaya rokok, ataupun yang lainnya.
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
21.06
0
komentar
Label: Remaja
free sex Bahaya Sex Bebas Bagi Remaja
Bahkan hampir semua remaja (99 persen) sadar akan bahaya PMS ... bagi saya sih, persoalan seks bebas dikalangan remaja disebabkan banyak faktor ... say no to FREE SEX. YM : ynospollish ...
Anyone who tries to pressure you into having sex by ... Bagi memastikan mereka sentiasa kelihatan jelita, muda dan kekal remaja, segelintir pelayan pelanggan (GRO) di ibu kota ...
Bahaya Seks Bebas Di kalangan Remaja. Aneka tips kali ini akan membahas tentang ... jadi kita harus tau apa akibat freesex bagi kita ... kpn km mw jd kuda tunggangan laki2. . free sex lg ...
Free man ... . sex melayu tips free download main video gratis download 3gp dunia seks sex info naruto photo seks sex bebas ... pramugari seks sex remaja ... Bahaya: Free Sex (Seks) & Porno ...
Blogs mengenai: Sex Bebas ... semoga kita sama-sama dap … more → Tag: Cinta, free sex, Life Style, onani, Pergaulan, Pornô, Remaja, sex, SMU
semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. buat para remaja, Say "no for free sex before married" ... Disampaikan pada Penyuluhan Bahaya Seks Bebas bagi Siswa SMA ...
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
20.51
0
komentar
Label: Remaja
Rabu, 05 Agustus 2009
Remaja dan Narkoba
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.
Apa itu Narkoba
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.
Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis.
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.
Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.
Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan.
Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.
Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).
Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:
* Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
* sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
* Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
* Sering menguap, mengantuk, dan malas,
* tidak memedulikan kesehatan diri,
* Suka mencuri untuk membeli narkoba.
* Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian !
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.
Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.
Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.
Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.***
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
21.54
0
komentar
Label: Remaja
Handphone bagi Kehidupan Remaja
Remaja dan Handphone
Kehadiran telepon seluler (ponsel) atau Handphone telah merubah kehidupan manusia. Jarak selama ini dituding menjadi biang keladi kesulitan itu, tidak kuasa lagi menghalangi. Sebagian besar remaja zaman sekarang merasa dirinya sangat tergantung pada Handphone. Menurutnya, kehadiran ponsel sangat membantu kemudahan hidup, komunikasi.
Tujuan kemudahan hidup itu pula yang memaksa dirinya memutuskan menggunakan ponsel beberapa tahun silam. Alasannya biar bisa berkomunikasi dengan mudah.
Sebagian besar para remaja mengatakan bahwa tujuan utama menggunakan ponsel adalah, “Sebagai alat komunikasi dan sebagai penyambung silaturahmi, sebagai hiburan, dan tidak menutup kemungkinan sebagai alat tambahan membantu dalam kelancaran berbisnis.”
Tak bisa dipungkiri lagi, bagi mereka yang hidup di perkotaan, di dunia modern yang menuntut segala sesuatunya serba cepat dan mudah, memiliki ponsel se¬perti sebuah keniscayaan. Celah ini tentu menjadi peluang besar para perusahaan komunikasi untuk merauk keuntungan. Mereka berlomba-lomba mengembangkan teknologi yang telah ada guna melahirkan produk-produk baru yang bakal mengisi pasar. Melalui inovasi-inovasi, mereka memaksa insan-insan perkotaan menambah kebutuhan hidupnya. Perkembangan teknologi tentu tidak mungkin mencapai kata sempurna dalam arti sesungguhnya. Oleh karena itu, tidak ada satu teknologi pun yang dikembangkan telah mencapai fase final. Inovasi-inovasi dan penemuan-penemuan berikutnya tetap mengikuti sebuah pencapaian yang telah ada. Proses pun terus berlanjut, mengikuti hasrat, nafsu, dan kebutuhan manusia.
Satu hal yang tidak dapat dihindari adalah teknologi pasti menghadirkan efek samping yang memengaruhi kehidupan manusia. Sekecil apa pun, teknologi pasti memiliki sifat “memaksa”, membuat manusia menjadi tergantung padanya.
Ketergantungan Terhadap Handphone
Beberapa orang mengaku ketergantungannya pada ponsel telah mencapai taraf yang tinggi. Kendati demikian, sifat “memaksa” itu sangat relatif, tentunya. Di tempat-tempat yang jauh dari hingar-bingar perkotaan yang dibalut kemajuan teknologi, mungkin saja masyarakatnya masih belum mampu memba¬yangkan wujud ponsel. Kemajuan peradaban manusia yang beriring dengan berkembangnya kebutuhan hidup, telah memaksanya kehadiran ponsel. Kehadirannya telah mengubah pola hidup manusia. Ponsel menjadi pemeran penting yang membentuk gaya hidup seseorang dan juga masyarakat. Kata orang pintar, inilah kemajuan zaman. Suka atau tidak kehadirannya tak dapat dielakkan.
Dampak Positif dan Negatif Handphone
Kemajuan teknologi ponsel yang sangat pesat menimbulkan dampak positif dan negative bagi para penggunanya, khususnya para remaja.
Dampak Positif :
1. Mempermudah komunikasi.
2. Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi.
3. Memperluas jaringan persahabatan.
Dampak Negatif :
1. Mengganggu Perkembangan Anak :
Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu remaja dalam menerima pelajaran di sekolah/di kampus. Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk mencontek (curang) dalam ujian. Bermain game saat guru/dosen menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.
2. Efek radiasi
Selain berbagai kontroversi di seputar dampak negatif penggunaannya,. penggunaan HP juga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya remaja lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan atau memilih HP, khususnya bagi pelajar anak-anak. Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secara permanen.
3. Rawan terhadap tindak kejahatan.
Ingat, remaja dan pelajar merupakan salah satu target utama dari pada penjahat.
4. Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku remaja.
Jika tidak ada kontrol dari orang tua. HP bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar.
5. Pemborosan
Dengan mempunyai HP, maka pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja.
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
19.29
0
komentar
Label: Remaja
Kenakalan Remaja Atau Kenakalan Orang Tua
Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia.
Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semkain lancar, cepat dan mudah. Dunia teknologi yang semakin canggih, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi di berbagai media, disisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas diberbagai lapisan masyarakat.
Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.
Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Pertanyaannya : tugas siapa itu semua ? Orang tua-kah ? Sedangkan orang tua sudah terlalu pusing memikirkan masalah pekerjaan dan beban hidup lainnya. Saudaranya-kah ? Mereka juga punya masalah sendiri, bahkan mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama. Pemerintah-kah ? Atau siapa ? Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada." (sumber Whandi.net/1 jan 1970).
Kenakalan remaja, merupakan salah si anak? atau orang tua? Karena ternyata banyak orang tua yang tidak dapat berperan sebagai orang tua yang seharusnya. Mereka hanya menyediakan materi dan sarana serta fasilitas bagi si anak tanpa memikirkan kebutuhan batinnya. Orang tua juga sering menuntut banyak hal tetapi lupa untuk memberikan contoh yang baik bagi si anak. Sebenarnya kita melupakan sesuatu ketika berbicara masalah kenakalan remaja, yaitu hukum kausalitas. Sebab, dari kenakalan seorang remaja selalu dikristalkan menuju faktor eksternal lingkungan yang jarang memerhatikan faktor terdekat dari lingkungan remaja tersebut dalam hal ini orangtua. Kita selalu menilai bahwa banyak kasus kenakalan remaja terjadi karena lingkungan pergaulan yang kurang baik, seperti pengaruh teman yang tidak benar, pengaruh media massa, sampai pada lemahnya iman seseorang.
Ketika kita berbicara mengenai iman, kita mempersoalkan nilai dan biasanya melupakan sesuatu, yaitu pengaruh orangtua. Didikan orangtua yang salah bisa saja menjadi faktor sosiopsikologis utama dari timbulnya kenakalan pada diri seorang remaja. Apalagi jika kasus negatif menyerang orangtua si remaja, seperti perselingkuhan, perceraian, dan pembagian harta gono-gini. Mungkin kita perlu mengambil istilah baru, kenakalan orangtua.
Orang tua, sering lupa bahwa prilakunya berakibat pada anak-anaknya. Karena kehidupan ini tidak lepas dari contek-menyontek prilaku yang pernah ada. Bisa juga karena ada pembiaran terhadap perilaku yang mengarah pada kesalahan, sehingga yang salah menjadi kebiasaan. Para orang tua jangan berharap anaknya menjadi baik, jika orang tuanya sendiri belum menjadi baik. Sebenarnya nurani generasai ingin menghimbau “Jangan ajari kami selingkuh, jangan ajari kami ngomong jorok, tidak jujur, malas belajar, malas beribadah, terlalu mencintai harta belebihan dan lupa kepada Sang Pencipta, yaitu Allah.â€
Tulisan ini mencoba mengajak merenung bagi kita para orangtua, bahwa kenakalan tak selalu identik dengan remaja, tapi justru banyak kenakalan yang dilakukan oleh para orangtua (di rumah, di masyarakat, dan di pemerintahan) yang akhirnya juga menjadi inspirasi remaja untuk berbuat nakal. Menyedihkan memang! (sumber O. Solihin)
Kenakalan orangtua dalam ikatan keluarga
Contohnya seperti :
Suka berkata-kata kasar, suka menghujat atau memaki, mengajari anak untuk melakukan perlawanan ketika anak diganggu orang lain, suka menyakiti anak secara fisik dan psikis, merokok seenaknya di depan anak-anak, dl (masalah akhlak).
Mengabaikan pelaksanaan syariat, sholat misalnya, banyak juga kita orang tua yang mengabaikan sholat, melalaikan sholat, bahkan tidak pernah sholat, membiarkan anak-anak gadisnya tidak menutup aurat, membiarkan anak-anaknya bergaul bebas (pacaran), membiarkan anak-anaknya minum-minuman keras, dll.
Kenakalan orangtua di masyarakat
Contohnya seperti :
Menciptakan suasana yang tidak produktif (bapak-bapaknya), misalnya waktu pagi, siang dan malam suka nongkrong sambil main gaple, atau main catur, walau tidak pakai uang, ini sama saja artinya tidak menjaga kehormatan diri, apalagi kehormatan keluarganya (istri dan anak-anaknya)? Sedangkan yang ibu-ibunya suka ngumpul sambil berghibah atau memfitnah, menghambur-hamburkan uang dengan gaya hidup yang konsumtif yaitu belanja di mall atau supermarket, bergaya hidup mewah.
Menyediakan sarana kemaksiatan, ini misalnya, jadi bandar narkoba, jadi bandar judi, menyediakan tempat hiburan (diskotik).
Pendidik yang lalai, ini bisa kita lihat di sekolah atau di kampus, padahal lembaga pendidikan adalah tempat yang aman untuk menimba ilmu pengetahuan atau belajar, tapi kenyataannya banyak pendidik yang memberikan contoh yang tidak baik terhadap anak didiknya, misalnya melakukan perbuatan asusila, menganiaya anak didiknya secara fisik, menjual ilmu demi keuntungan materi atau sering melakukan dosa pendidikan.
Menjadi pemilik media massa (baik cetak maupun elektronik: koran, majalah, tabloid, radio, televisi, dan juga internet) yang ‘hobi’ menampilkan bacaan, gambar dan tontonan yang merusak akhlak (pornografi, kekerasan, dan seks bebas) yang berlindung atas nama bisnis.
Kenakalan orangtua di pemerintahan
Contohnya seperti :
Suka korupsi, mengambil kebijakan menaikkan biaya pendidikan, menaikkan harga BBM, mahalnya biaya kesehatan, suka membuat janji-janji tapi lalu melupakannya, suka melakukan pungli atau suap menyuap.
Suka melanggengkan kemaksiatan, memberi izin untuk usaha prostitusi/lokalisasi, perjudian, tempat diskotik, pabrik minuman keras, dengan dalih besar pemasukannya.
Menutup mata terhadap problem yang diakibatkan usaha prostitusi, perjudian, narkoba, peredaran minuman keras, diskotik, dll.
Menerapkan aturan kehidupan yang tidak benar dan tidak baik, yakni Kapitalisme-Sekularisme (termasuk juga Sosialisme-Komunisme).
Marilah kita uraikan satu persatu petuah atau nasihat-nasihat yang kita berikan sebagai orangtua kepada anak-anak kita padahal kita melakukan dan tidak melakukannya :
Kita melarang anak kita berbicara kasar, padahal kita sering berkata-kata kasar pada anak kita.
Kita melarang anak kita tawuran atau ringan tangan, padahal kita sering menganiaya mereka anak-anak kita secara fisik, kita suka berkelahi di depan anak-anak kita, suka adu jotos di forum terhormat gedung lembaga legislatif ketika bersidang karena merasa tidak sepaham, yang di saksikan anak-anak kita langsung lewat televisi.
Kita melarang anak kita berbohong atau jujur, padahal sudah berapa kebohongan yang kita ciptakan kepada anak-anak kita.
Kita melarang anak kita mengkonsumsi narkoba, padahal kita sendiri adalah pemakai dan bandar narkoba itu sendiri.
Kita melarang anak kita bergaul bebas atau pacaran, padahal kita sendiri juga melakukan hal yang sama bergaul bebas baik dilingkungan masyarakat, maupun lingkungan kantor yang terkenal dengan nama selingkuh.
Kita melarang anak-anak kita minum-minuman keras dan berjudi, padahal kita adalah bandar judi dan pemilik pabrik menuman keras serta peminum dan penjudi.
Kita melarang anak kita merokok, padahal dirikita sudah sering membakar uang, dengan merokok di depan mata mereka, dan kita juga menjual rokok dan pemilik pabrik rokok.
Kita marah ketika anak kita tidak sholat, atau beribadah, padahal kita suka melalaikan bahkan tidak menunaikan kewajiban sholat.
Kita menghimbau agar anak-anak kita jangan mengkonsumsi tayangan yang pornografi, padahal dirikita sering menonton tayangan, membaca, mengakses situs-situs porno tersebut, bahkan kitalah yang memiliki media cetak, penulis naskah, membeli media-media pornografi tersebut.
Kita melarang anak-anak kita untuk menonton televisi terus menerus, padahal kita pengkonsumsi paling utama siaran televisi sampai tidak tidur.
Kita sering menasehati anak-anak kita untuk tidak berghibah atau memfitnah oranglain, padahal dirikitalah yang suka berghibah dan memfitnah itu.
Kita marah ketika tahu anak-anak kita sering nongkrong dan keluar malam, padahal kita juga melakukan hal yang sama, terkadang waktu shubuh baru pulang ke rumah.
Kita menasehati anak kita agar rajin sekolah, tetapi kita juga malas bekerja, bahkan sering mangkir dari kantor.
Kita mengeluhkan mengapa anak kita malas membaca, padahal kita juga sangat jarang memiliki kebiasaan membaca.
Kita sering mengajari mereka anak-anak kita untuk tidak melawan kepada orangtuanya, padahal kita dulunya juga suka melawan orangtua kita.
Kita marah ketika tahu anak kita suka mencuri, padahal kita sering mencuri uang negara, atau sering mendapatkan rejeki yang tidak halal.
Dan banyak lagi kenakalan-kenakalan yang kita lakukan sebagai orangtua, yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga kita tidak termasuk dan tidak pernah melakukan kenakalan seperti yang diuraikan diatas. Amin. Jadi apa yang salah dengan kenakalan anak atau remaja, tidakkah ia sangat berbanding lurus dengan kenalan kita sebagai orangtua?
Diposting oleh
Remaja Penerus Bangsa
di
19.09
0
komentar
Label: Remaja
Berita Terbaru
-
Perkembangan masa remaja16 tahun yang lalu
-
